
Kuku yang sehat adalah kuku berwarna pink kemerahan, kuat, kaku, ujung kuku berwarna putih atau putih tulang, dan tidak mengelupas. Normalnya, kuku tangan yang sehat tumbuh sekitar 1 milimeter per minggu dan membutuhkan sekitar enam bulan untuk kuku sampai dapat tumbuh sepenuhnya dari dasar ke atas. Jika laju pertumbuhan kuku lebih lambat, maka dapat menandakan adanya gangguan pada tubuh. Beberapa macam penyakit kuku adalah paronikia, psoriasis vulgaris, kuku lembek (rapuh), Beaus lines, kuku menguning, melanoma, clubbing finger cantengan, onikomikosis (jamur kuku), dan leukonychia.
Paronikia adalah penyakit yang terjadi apabila ada trauma pada kuku. Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan terlalu sering menggigit kuku. Penyakit ini jika parah bisa menimbulkan bengkak, kemerahan, timbul rasa nyeri bahkan merusak kutikula sekitar kuku, dan timbul infeksi yang terkadang disertai dengan nanah. Apabila tidak tertangani dengan baik, bisa menyebabkan infeksi dan menjalar ke bagian tangan. Penyakit selanjutnya adalah adanya kuku bergelombang seperti dekok-dekok pada jari kelingking dan tengah. Hal ini bisa berarti beberapa macam, salah satunya menandakan penyakit psoriasis vulgaris jika disertai dengan gejala pada kulit berupa warna kemerahan, timbul kerak pada bagian kulit yang menonjol seperti siku, lutu, dan dekat kuku.
Kuku lembek adalah penyakit pada kuku yang disebabkan karena terlalu banyak berendam di air, kekurangan zat besi, paparan zat kimia keras seperti aseton untuk menghilangkan cat kuku, kurang mengkonsumsi vitamin A, B, dan C, juga stres berat. Jika kuku berwarna pucat, menandakan kurangnya zat besi dan dapat menimbulkan anemia. Kuku pucat juga bisa menjadi indikasi adanya gangguan hati. Penyebab kuku rapuh dan mudah patah yang cukup jarang tapi dialami sebagian orang adalah sindrom raynaud. Sindrom raynaud adalah masalah kesehatan yang ditandai dengan gangguan peredaran darah yang ekstrem. Kondisi ini dapat memengaruhi seluruh tubuh, termasuk kesehatan kuku. Stres berat bisa mempercepat pertumbuhan kuku hingga mengalahkan kekuatannya. Selain itu, stres juga bisa memicu kebiasaan bawah sadar untuk menggaruk/menggosok ataupun menggigit kuku jari hingga menyebabkan bantal kuku terkikis. Penyakit kuku berikutnya adalah Beaus lines yaitu timbulnya garis putih horizontal karena trauma, scarlet fever, pneumonia, psoiasis atau diabetes mellitus. Penyakit kuku menguning adalah indikasi dari penuaan, namun bisa juga karena infeksi jamur. Warna hitam diatas kuku dapat mengindikasikan kanker kuku (melanoma). Clubbing finger adalah kondisi dimana kuku menebal, ujung jari bengkak, sakit/ nyeri/ merah, ujung jari membulat hal ini disebabkan karena pengaruh penyakit sistemik yang ada dalam tubuh (penyakit hati, paru, atau kanker).
Cantengan adalah bagian tepi kuku tumbuh ke dalam daging dan melukai jaringan lunak sehingga menyebabkan bengkak, nyeri, dan kemerahan. Cantengan bisa disebabkan karena memotong terlalu dalam atau tidak menggunakan gunting kuku, sering memakai sepatu yang terlalu kecil, dan luka yang berulang pada jari kaki karena aktivitas sehari-hari, dan faktor keturunan di mana kuku cenderung tumbuh ke dalam daging. Cara menangani cantengan adalah dengan merendam kaki di dalam air hangat yang dicampur cuka atau garam, kemudian kenakan plester dan antiseptik pada area terkena infeksi, hindari pemangkasan ujung kuku kecuali dapat melihat ujung kuku tersebut dengan mudah.
Onikomikosis (jamur kuku) yang ditandai dengan perubahan warna kuku kaki yang akan semakin memburuk dari waktu ke waktu, sehingga mengakibatkan kuku menjadi kusam dan terlihat buruk. Kondisi ini disebabkan adanya infeksi jamur di bawah kuku, yang membuat kuku kaki menjadi berwarna lebih gelap dan berbau tidak sedap. Jika dibiarkan, infeksi dapat menjalar ke kulit hingga ke keseluruhan jari. Banyak penderita infeksi jamur kuku yang membiarkannya tanpa diobati, karena awalnya tidak menimbulkan rasa sakit selama bertahun-tahun. Walaupun tidak menimbulkan nyeri secara langsung, infeksi ini dapat menyebabkan kuku menebal sehingga sulit untuk dipotong, dan menyebabkan kaki sakit saat mengenakan sepatu. Penderita penyakit tertentu seperti diabetes, gangguan kekebalan tubuh, dan penyakit pembuluh darah lebih berisiko terhadap penyakit kuku ini.
Leukonychia adalah suatu kondisi di mana muncul garis, titik, atau tanda putih di kuku jari. Penyebab leukonychia cenderung bervariasi, antara lain: trauma, reaksi alergi, infeksi jamur (onikomikosis), pengobatan tertentu, penyakit sistemik dan genetik. Penyebab leukonychia yang pertama adalah trauma ringan ataupun sedang pada kuku, karena terjepit pintu, tekanan terlalu keras saat manikur, kebiasaan menggigit kuku, membenturkan kuku ke meja, atau alas kaki kekecilan sehingga menyebabkan tekanan pada kuku jari. Selain itu, leukonychia juga bisa disebabkan oleh reaksi alergi terhadap penggunaan cat kuku (kutek) atau penghapus cat kuku, yang kemudian menyebabkan timbulnya bintik-bintik putih pada permukaan kuku. Penggunaan kuku akrilik atau gel juga dapat merusak kuku sehingga mengakibatkan kemunculan tanda putih di kuku. Melakukan pengobatan atau mengonsumsi obat-obatan tertentu dapat menyebabkan leukonychia. Contohnya, kemoterapi yang diberikan secara oral, injeksi, atau infus kepada pasien kanker untuk membunuh dan menghentikan penyebaran sel-sel kanker. Selain kemoterapi, penggunaan obat sulfonamida (jenis antibiotik) juga dapat menimbulkan efek samping leukonychia. Leukonychia yang disebabkan olehpenyakit sistemik dan genetik tergolong sangat jarang terjadi. Leukonychia karena genetik biasanya karena adanya sindrom yang langka dan kompleks, seperti: sindrom Bart-Pumphrey, sindrom Buschkell-Gorlin, sindrom Bauer, dan penyakit Darier, yang melibatkan masalah kuku dan masalah buku jari.
Menjaga dan merawat kebersihan kuku sangat penting, bukan hanya untuk mempercantik penampilan tetapi juga menghindari berbagai macam penyakit yang penyebarannya melalui kuku. Salah satu upaya menjaga kesehatan kuku adalah dengan menggunakan pelembab/ handcream yang mengandung hyaluronic acid, glycerin, atau shea butter.
