
Kuku merupakan organ apendiks atau organ tambahan kulit yang dapat menjadi indikasi penyakit dalam tubuh manusia. Tanda-tanda kuku yang sehat adalah kuku berwarna pink kemerahan, kuat, kaku, ujung kuku berwarna putih atau putih tulang, dan tidak mengelupas. Normalnya, kuku tangan yang sehat pada umumnya tumbuh sekitar 1 milimeter per minggu (kuku tangan dua kali lipat lebih cepat tumbuhnya daripada kuku kaki) dan membutuhkan sekitar enam bulan untuk kuku sampai dapat tumbuh sepenuhnya dari dasar ke atas. Jika laju pertumbuhan kuku lebih lambat, maka dapat menandakan adanya gangguan pada tubuh, misalnya tubuh kekurangan nutrisi seperti kalsium, zinc, zat besi, vitamin B dan vitamin B12. Menjaga dan merawat kebersihan kuku sangat penting, bukan hanya untuk mempercantik penampilan tetapi juga menghindari berbagai macam penyakit yang penyebarannya melalui kuku. Saat kuku tumbuh semakin panjang, semakin banyak pula kuman yang bisa menempel di bagian bawah kuku. Kuman ini apabila terkena makanan saat menyantap hidangan atau lewat interaksi tangan ke mata, maka dapat masuk ke tubuh dan menyebabkan berbagai penyakit, seperti diare dan cacingan.
Kuku merupakan organ apendiks atau organ tambahan kulit yang dapat menjadi indikasi penyakit dalam tubuh manusia. Tanda-tanda kuku yang sehat adalah kuku berwarna pink kemerahan, kuat, kaku, ujung kuku berwarna putih atau putih tulang, dan tidak mengelupas. Normalnya, kuku tangan yang sehat pada umumnya tumbuh sekitar 1 milimeter per minggu (kuku tangan dua kali lipat lebih cepat tumbuhnya daripada kuku kaki) dan membutuhkan sekitar enam bulan untuk kuku sampai dapat tumbuh sepenuhnya dari dasar ke atas. Jika laju pertumbuhan kuku lebih lambat, maka dapat menandakan adanya gangguan pada tubuh, misalnya tubuh kekurangan nutrisi seperti kalsium, zinc, zat besi, vitamin B dan vitamin B12. Menjaga dan merawat kebersihan kuku sangat penting, bukan hanya untuk mempercantik penampilan tetapi juga menghindari berbagai macam penyakit yang penyebarannya melalui kuku. Saat kuku tumbuh semakin panjang, semakin banyak pula kuman yang bisa menempel di bagian bawah kuku. Kuman ini apabila terkena makanan saat menyantap hidangan atau lewat interaksi tangan ke mata, maka dapat masuk ke tubuh dan menyebabkan berbagai penyakit, seperti diare dan cacingan.
Idealnya kuku digunting tidak melewati tepi bagian putih kuku. Selanjutnya, mengikuti lekuk kuku supaya kuku tumbuh dengan benar dan tidak menekan bagian daging kuku. Jangan menggigiti kuku, karena akan menjadi sarana penyebaran kuman ke mulut. Jagalah agar kuku tetap kering dan bersih dan rutin menggunakan hand cream. Lalu jangan terlalu sering mengganti warna kuteks. Idealnya lama penggunaan kuteks yakni sekitar duahingga tiga minggu saja. Bila kuteks dipakai dalam jangka waktu yang lama, malah bisa menyebabkan masalah kuku. Salah satunya munculnya bercak putih yang disebut granulasi keratin (kondisi timbulnya bercak putih dan kasar pada kuku yang terbentuk saat kuteks dihapus bersama dengan permukaan lapisan sel kuku). Selain itu, lama pemakaian kuteks juga tergantung dengan kondisi kuku. Bila mengalami sederet gejala seperti pengelupasan berlebihan, dehidrasi, dan perubahan warna, tandanya kuku kita memang harus beristirahat dulu dari kuteks. Memakai kuteks dalam jangka waktu lama juga berpotensi menyebabkan kuku jadi kuning dan kusam. Hal ini disebabkan zat kimia yang terkandung dalam kuteks bisa menodai kuku dan membuatnya tampak kuning. Beberapa merek kuteks mengandung bahan kimia berbahaya dan mengiritasi, diantaranya alkohol, berbagai wewangian, toulene, formaldehyde dan dibutyl phthalate. Jadi, pastikan komposisinya aman sebelum menggunakan.
Sedangkan untuk kuku kaki, cara merawatnya adalah dengan memotong kuku kaki setiap 1–2 minggu sekali. Potong ujung kuku kaki mengikuti bentuk jari kaki. Lalu, gunakan alat kikir kuku untuk menghaluskan tepian ujung kuku yang baru saja dipotong dan masih terasa kasar. Kenakan sepatu yang pas dan nyaman di kaki. Hindari sepatu yang terlalu sempit atau membiarkan kuku kaki terlalu panjang. Saat membeli alas kaki atau sepatu, pilihlah sepatu yang terbuat dari bahan berkualitas dan mempunyai sirkulasi udara yang baik. Udara yang masuk ke area kaki dapat menjaga kaki tetap kering dan mencegah timbulnya jamur kuku. Hindari memakai sepatu yang sama lebih dari 2 hari, lalu simpan sepatu dalam keadaan kering dan tidak lembap. Kenakan kaus kaki katun yang tidak menyebabkan kaki lembap, dan pastikan mengganti kaus kaki setiap hari. Jika berada di kolam renang atau tempat yang basah, gunakan sandal jepit guna mencegah infeksi jamur ke kuku kaki.
Selain itu, mengkonsumsi makanan sehat dengan nutrisi seimbang dan banyak mengandung vitamin serta mineral, juga dapat membantu kuku tumbuh sehat dan kuat. Bisa juga mengonsumsi suplemen biotin untuk meningkatkan ketebalan kuku dan mencegahnya menjadi rapuh.
