Serba Serbi Waxing Treatment

Waxing merupakan salah satu teknik perawatan untuk mencabut dan menghilangkan bulu-bulu yang tidak diinginkan di tubuh. Waxing diketahui dapat mengangkat sel kulit mati sekaligus mencerahkan. Jika teratur melakukan waxing treatment, maka bulu akan tumbuh teratur dan kulit jadi semakin halus. Waxing boleh dilakukan oleh orang dengan usia di atas 15 tahun atau yang sudah puber. Orang dengan kulit sensitif, orang yang baru melakukan operasi, dan ibu hamil terutama hamil muda, tidak disarankan untuk melakukan proses waxing. Hasil waxing bisa bertahan 4 – 6 minggu tergantung kecepatan pertumbuhan rambut. Waktu yang tepat untuk melakukan waxing kembali adalah ketika panjang rata-rata rambut sekitar setengah sentimeter. Tidak seperti mencukur rambut, waxing tidak akan menghasilkan rambut dengan ujung yang tajam. Rambut dengan ujung tajam cenderung menggulung kembali ke dalam kulit yang kemudian bisa menimbulkan peradangan. Inilah yang sering jadi alasan kenapa waxing punya peluang lebih rendah untuk membuat rambut tumbuh ke dalam.

Berdasarkan lokasinya, waxing dibedakan menjadi lima, antara lain: waxing ketiak, waxing tangan, waxing kaki-lutut, waxing kaki ½ paha, dan waxing V. Waxing ketiak (under arms) adalah teknik pencabutan bulu yang berfokus pada area di bagian ketiak. Waxing pada ketiak dilakukan sekitar sebulan sekali. Waxing tangan merupakan teknik pencabutan bulu yang dimulai dari tangan sampai sikut. Namun untuk hasil yang lebih maksimal, bisa mencoba full hand waxing, yang merupakan teknik pencabutan bulu dari tangan sampai lengan. Waxing pada tangan, dapat dilakukan sebanyak tiga sampai empat bulan sekali. Bila ingin mencukur bulu kaki agar tampilan kaki terlihat lebih mulus, bisa melakukan perawatan waxing kaki-lutut, yang merupakan teknik pencabutan bulu yang dimulai dari bagian kaki sampai atas dengkul. Sedangkan apabila ingin mencukur bulu sampai ke pangkal paha, bisa ditambahkan dengan waxing kaki ½ paha. Waxing pada kaki dilakukan sekitar dua sampai tiga bulan sekali. Waxing V merupakan teknik pencabutan bulu bagian intim. Waxing di daerah V ini aman dilakukan asalkan sesuai dengan prosedur dan memperhatikan kebersihan sebelum maupun setelah waxing. Hasil waxing pada area V dapat bertahan sekitar satu sampai dua bulan.

Prosedur waxing di awali dengan melap kulit yang akan di waxing untuk menghilangkan lotion atau debu. Lalu memberikan sedikit bedak pada bagian yang akan di wax. Olesan caramel langsung diratakan cara mengoles mengikuti tumbuhnya bulu, sedikit demi sedikit hingga rata. Setelah itu ditutup kain kasa sambil ditekan terus ditarik dari arah yang berlawanan dan tidak boleh dilakukan berulang-ulang di satu tempat. Kemudian bekas bulu dilap kembali dengan air hangat. Beberapa hal yang perlu di lakukan setelah waxing antara lain, hindari mandi air panas sekitar 1 – 3 hari setelah waxing dan sehari setelah mencukur. Ini karena mandi air panas, terlebih dengan suhu tinggi dan dalam waktu lama, bisa menghilangkan kandungan minyak yang bertugas melembapkan kulit. Alhasil, kulit berisiko jadi kering, pecah-pecah, hingga mengalami iritasi. Gunakan kompres dingin, karena akan lebih mampu menenangkan kulit, dibanding kompres panas. Begitu pula saat mandi. Hindari melakukan aktivitas yang menimbulkan banyak keringat kurang lebih 24 jam setelah waxing. Karena aktivitas yang berlebihan bisa memicu peningkatan produksi keringat yang dapat menyebabkan iritasi akibat jumlah keringat yang berlebih. Oleskan pelembap pada area kulit yang baru saja dicukur sebagai bentuk perawatan setelah waxing. Pakai minyak esensial untukmembantu menenangkan kulit (mengurangi sensasi gatal dan kemerahan) usai melakukan penghilangan bulu. Beberapa jenis minyak esensial yang bisa digunakan meliputi minyak zaitun, minyak kelapa, minyak almond, minyak alpukat, dan lain sebagainya. Kandungan enzim dalam tanaman lidah buaya mampu menenangkan kulit sekaligus menurunkan risiko munculnya peradangan. Hindari produk untuk kulit yang mengandung pewangi karena bisa memicu iritasi pada bagian kulit yang baru dicukur. Pilih pakaian yang longgar untuk membantu kulit menghirup udara bebas setelah melalui proses penghilangan bulu. Jangan pernah menggaruk bagian ketiak terlalu kencang, apalagi jika kuku panjang. Kulit ketiak cenderung lebih sensitif daripada bagian kulit tubuh lainnya. Jika ingin menggunakan scrub ketiak, jangan terlalu kenceng atau kasar saat menggosoknya agar permukaan kulit tidak rusak dan menghitam.

Scroll to Top