Rambut Anda Berketombe? No Way?

Ketombe dalam ilmu kedokteran adalah kelainan pada kulit kepala, di mana kulit mati (kulit ari) tumbuh dan lepas lebih cepat dari biasanya. Ketombe bisa disebabkan jamur dari genus Malassezia, salah atau berlebihan dalam menggunakan produk kosmetik tertentu, paparan sinar matahari yang berlebihan, debu dan kotoran pada ukuran tertentu, dan juga dikaitkan dengan penyakit tertentu seperti Dermatitis Seboroik. Proses terjadinya ketombe adalah ketika sekelompok korneosit yang dipertahankan saling berkohesi satu sama lain, lalu terlepas dari permukaan stratum korneum (lapisan terluar kulit). Jika disebabkan oleh jamur, maka jamur yang ada di kulit kepala memakan minyak alami kulit kepala sehingga kulit kepala menjadi kering dan mengelupas. Secara normal, kulit kita akan mengelupas 487.000 sel/sq cm, namun pada kondisi berketombe atau dermatitis seboroik, akan mengelupas hingga mencapai 800.000 sel/sq cm. Lantas bagaimana cara mengatasi ketombe pada kulit kepala?

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengatasi ketombe. Perhatikan pemilihan sampo sebeb banyak sekali pilihan sampo antiketombe yang dijual bebas. Umumnya shampomengandung bahan obat dengan konsentrasi tertentu, antara lain sulfur, selenium sulfida, zinc pyrithion, asam salisilat, coaltar, dan ketokonazol. Bahan-bahan obat tersebut umumnya bertujuan untuk mengurangi peradangan, membersihkan dan mengeringkan kulit kepala, dan mematikan jamur. Gunakan sampo anti ketombe yang sesuai dengan Anda dan ikuti instruksi penggunaannya secara benar. Jika menggunakan sampo yang mengandung coal tar, harus berhati-hari karena bisa membuat kulit kepala lebih sensitif terhadap sinar matahari. Bagi penderita ketombe yang disebabkan oleh infeksi jamur, pastikan menggunakan sampo yang mengandung zat aktif ketoconazole 2%. Infeksi jamur pada pada kulit kepala dapat menyebabkan kerontokan rambut dan kebotakan. Tumbuhnya jamur dan ragi di kulit kepala disebabkan oleh beberapa faktor yaitu kurangnya perawatan pada kepala, jarang keramas, cuaca yang lembab dan panas, maupun topi, sikat, dan alat cukur yang kotor. Ketoconazole bekerja secara farmakologis dengan menghambat pembentukan membran sel jamur khususnya dari genus Candida dan M.furfur sehingga jamur mati. Dosis yang digunakan sebanyak dua kali seminggu, maksimal 2-4 minggu penggunaan. Cara pemakaian adalah dengan mengaplikasikan pada kulit kepala secara merata seperti saat menggunakan sampo, diamkan 2-5 menit lalu bilas. Perlu diingat bahwa sampo ini dapat menyebabkan kekeringan pada rambut jika melebihi dosis. Hal ini disebabkan sampo tersebut tidak diformulasikan untuk membersihkan dan melembutkan rambut, hanya digunakan untuk mengobati masalah ketombe yang disebabkan oleh jamur.

Apabila rambut kering, keras, kaku, kusam, dan mudah patah, cara mengatasinya perlu pemakaian kondisioner rambut secara terpisah, yang dioleskan setelah keramas, hanya pada helai-helai rambut, jangan mengenai kulit kepala. Tunggu sekitar satu bulan untuk melihat hasil satu jenis sampo, karena kulit kita tumbuh dan berganti tiap 28 hari sekali. Selain perawatan kulit kepala, untuk mengurangi produksi minyak yang berlebihan pada kulit, perbaiki gaya hidup dengan diet makanan seimbang antara lemak, karbohidrat, dan protein. Selain itu, perlu lebih memerhatikan konsumsi makanan kaya mineral, vitamin seperti vitamin B, enzim, dan asam amino, juga perbanyak sayuran, buah-buahan, dan minum air putih sedikitnya dua liter (6-8 gelas) per hari. Hindari makanan cepat saji (junk food), pengawet, dan pewarna makanan, serta minuman beralkohol. Hindari dan manage stress dengan baik. Sering berkeramas terutama pada tipe kulit kepala bermantak dan juga batasi penggunakan hair styling products.

Scroll to Top